
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos, menyampaikan komitmen penuh Kemendukbangga/BKKBN dalam mendukung percepatan penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Indonesia.
Dalam rapat tingkat menteri yang dihadiri oleh lintas kementerian dan lembaga, Kamis (25/09/2025), di Gedung PMK, Jakarta, Wamen Isyana menegaskan pentingnya pendekatan keluarga dalam memerangi TBC. Hal ini karena TBC jadi penyakit yang sangat rentan menular dalam lingkungan rumah tangga.

“TBC menjadi penyakit menular yang tentunya berdampak bagi keluarga. Keluarga yang tinggal dalam satu rumah jadi sangat rentan,” ujar Wamen Isyana. Untuk itu, edukasi dini terkait TBC penting dilakukan melalui peran para kader, termasuk kader KB, bina keluarga balita, kader remaja, dan lansia.
Dalam upaya menyukseskan gerakan nasional bebas TBC, Wamen Isyana mendorong pelatihan tambahan bagi kader lapangan. Hal ini penting dilakukan untuk memperkuat edukasi keluarga mengenai perilaku hidup sehat, nutrisi, daya tahan tubuh, hingga pentingnya ventilasi rumah.
Lebih lanjut, Wamen Isyana menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menegaskan bahwa dukungan keluarga jadi kunci dalam memutus rantai penularan TBC. “Perlu adanya kolaborasi lintas sektor agar pencegahan TBC yang dilakukan bisa lebih maksimal,” pungkasnya.